Mahasiswa Swiss German University tingkatkan kesadaran gizi lewat rangkaian kegiatan peduli nutrisi dan kesehatan bagi balita sampai manula

 

Tangerang, 16 Juni 2017 – Makanan yang sehat dan bergizi tinggi merupakan asupan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia baik dari usia balita hingga manula. Berdasarkan laporan Global Nutrition Report Independent, kondisi gizi 17,8 persen anak balita di Indonesia berada di bawah standar WHO. Padahal, persentase jumlah penduduk miskin pada September 2016 hanya 10,70 persen.  Maka jelas, bukan kemiskinan saja yang menjadi faktor kurangnya konsumsi makanan sehat dan bernutrisi di Indonesia.

Salah satu faktor dari kurangnya konsumsi makanan bernutrisi adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran. Bagi masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi, makanan cepat saji menjadi pilihan menarik. Mudah dijangkau, rasa, dan aroma yang menggoda menjadi alasan yang tak terelakkan. Bukan hanya itu, cemilan dan minuman siap minum pun tak kalah menggoda, padahal makanan-makanan tersebut dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Melihat fakta tersebut, mahasiswa/i jurusan Food Technology (Teknologi Pangan) Swiss German University mengaplikasikan langsung ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah kepada masyarakat mengenai makanan sehat dalam Food Nutrition Project yang melingkupi 5 (lima) kegiatan menyeluruh bagi kelompok balita sampai manula dengan tujuan utama untuk peningkatan kesadaran nutrisi. “Bukan hanya kompetensi mahasiswa yang ingin kami tingkatkan melalui program ini, tetapi juga kesadaran sosial. Dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat, para mahasiswa menjadi tahu apa yang akan mereka hadapi selepas menjalani bangku perkuliahan,” kata Maria Dewi P.T. Gunawan Puteri M.Sc., PhD., Ketua Jurusan Food Technology Swiss German University.

Program ini terbagi kedalam 5 kelompok Mahasiswa dengan topik yang berbeda dari berbagai lapisan masyarakat, antara lain kesadaran akan makanan sehat di lingkungan mahasiswa, promosi masakan rumah di PAUD Seruni IX, kesehatan mulut di desa Ciater BSD, pentingnya makanan bernutrisi di Yayasan Pintu Elok, dan bagaimana menjaga kondisi kesehatan untuk lansia di Pondok Lansia Berdikari.

Dalam salah satu proyek yang merupakan kegiatan tahunan mahasiswa semester 4 ini, dilakukan survey kepada 44 mahasiswa usia 17-22 tahun yang tinggal bersama orang tua di rumah dan tinggal sendiri di asrama. Temuan yang mereka dapat adalah adanya gaya hidup tidak sehat dikarenakan kesibukan atau jadwal yang padat, sehingga akan lebih mempersingkat waktu jika mereka mengkonsumsi makanan cepat saji, sebanyak 1 sampai dengan 2 kali dalam satu minggu. Kemudian, dikarenakan metabolisme yang cepat, mahasiswa tersebut sering mengkonsumsi camilan yang tidak sehat dan juga minuman dengan kandungan gula yang tinggi, dan yang terakhir, mahasiswa sering mengabaikan pentingnya konsumsi buah sebagai sumber vitamin yang harus dimakan setiap hari, dimana kebanyakan dari mereka hanya konsumsi 1 buah per minggu.

Beberapa akibat dari konsumsi makanan cepat saji dan instan adalah diabetes, gangguan pencernaan, mudah lelah, depresi, hipertensi, jantung tersumbat hingga kolesterol.

Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko obesitas dan gangguan rongga mulut. Begitu pula dengan manusia yang kurang konsumsi  buah akan kekurangan vitamin, mineral bahkan nutrisi, sehingga dapat menyebabkan osteoporosis, kulit kusam, rentan terpapar flu dan masih banyak penyakit yang bisa menyerang. Tubuh manusia membutuhkan 400 gram atau bahkan 2 sampai 4 porsi buah dan 3 sampai 5 porsi sayuran per hari. Setiap buah mengandung berbagai vitamin dan mineral inilah alasan mengapa kita perlu mengkonsumsi setidaknya 2 atau lebih jenis buah dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan kita.

Berikut adalah 5 (lima) program menyeluruh dari balita sampai manula yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan Teknologi Pangan Swiss German University:

 

  1. Tingkatkan kesadaran akan makanan sehat di lingkungan mahasiswa

Kesadaran akan makanan sehat di lingkungan mahasiswa dilakukan dalam bentuk seminar, cooking class dan katering yang dilaksanakan di kampus SGU the Prominence Tower Jumat, 16 Juni 2017 pukul 14.00 hingga 17.00. Seminar dilaksanakan bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya konsumsi makanan sehat untuk generasi yang lebih baik dengan mengundang dr. Nanny Djaja, Sp.GK, MS yang merupakan wakil Dekan dan staf departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, Head of Nutrition Installation and Nutrition Specialist di Rumah Sakit Atma Jaya dan Rumah Sakit Gading Pluit. dr. Nanny memberikan informasi yang positif mengenai makanan sehat, bagaimana diet yang tepat dikalangan remaja, dan efek dari kebiasaan makan makanan bernutrisi buruk. Cooking class dilakukan bertujuan untuk mendemotrasikan bagaimana cara mudah untuk memasak makanan yang murah dan cepat dengan menggunakan resep yang sehat. Katering buah dilakukan terbuka untuk peserta dari luar kampus. Katering ini akan berlangsung selama 5 minggu dimana peserta akan mendapatkan 3 jenis buah dalam 3 kali per minggu dangan harga yang terjangkau.

 

  1. Promosi masakan rumah untuk anak-anak

PAUD Seruni IX Kampung Tegal terdiri dari 17 anak dengan status sosial ekomoni berada di kelas menengah ke bawah, dimana sebagian besar orang tua nya menikah muda, pendidikan yang hanya di bangku SD, SMP dan SMA yang secara umum membuat pengetahuan mereka masih terbatas. Selain itu mereka termasuk keluarga dengan berpenghasilan rendah. Keterbatasan tersebut menyebabkan kebiasaan konsumsi makanan dengan kadar nutrisi yang rendah, baik orang tua maupun anak. Seminar ini diadakan pada tanggal 3 Juni 2017 di lapangan posyandu dengan mengumpulkan orang tua dan anak dari PAUD Seruni IX. Narasumber dari dosen SGU Food Technology yang akan menjelaskan mengenai pentingnya nutrisi yang dimana kebutuhannya berbeda antara untuk orang dewasa dan anak. Dan meyakinkan para ibu bahwa makanan yang dimasak dirumah lebih baik dan bernutrisi tinggi, serta konsumsi makanan sehat pada anak di usia dini sangat penting untuk jangka panjang.

 

  1. Sosialisasi kesehatan mulut di desa Ciater BSD dari balita hingga orang tua

Kesehatan mulut sangat berkaitan dengan makanan yang di konsumsi. Dengan diadakannya seminar di desa Ciater BSD 17 Juni mendatang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mulut dengan mengundang Theresa Yolanda. S. KG, Sarjana Kedokteran Gigi Trisakti sebagai pembicara, yang akan mengedukasi orang tua, balita dan remaja mengenai asupan gizi yang baik, perawatan mulut yang sehat, hubungan antara gizi dan kesehatan mulut, hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan tubuh. Dan dipersiapkan juga cooking demo memasak makanan yang sehat dan lezat dengan bahan makanan yang sederhana namun bernilai gizi tinggi.

 

  1. Pentingnya makanan bernutrisi di Yayasan Pintu Elok

Yayasan Pintu Elok adalah panti asuhan yang berlokasi di Jalan Benda Barat Pamulang yang saat ini memiliki 67 orang anak dari mulai usia 5 tahun hingga 15 tahun. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya konsumsi buah , susu murni dan konsumsi daging karena keterbatasan yang ada. Dengan kegiatan mahasiswa SGU ini dengan mengadakan seminar tentang “Konsumsi Makanan Sehat” untuk memperkaya pengetahuan mengenai pentingnya buah-buahan, susu, telur dan daging. Kegiatan ini akan dilakukan pada hari Jumat 9 Juni 2017 pukul 13.00 hingga 17.00 dengan harapan dapat mampu memberikan pengetahuan mengenai gizi makanan, mengetahui pentingnya makanan sehat dan fungsinya pada usia tertentu, dan membantu Yayasan Pintu Elok mengenai masalah konsumsi makanan mereka.

 

  1. Edukasi bagaimana menjaga kondisi kesehatan lansia di Pondok Lansia Berdikari

Pondok Lansia Berdikari BSD terdapat 14 orang pria lansiadengan rentang usia 60-70 tahun yang beberapa diantaranya tidak memiliki keluarga. Permasalahan yang ditemui oleh para mahasiswa SGU, terdapat 10 orang menderita hipertensi, 2 orang memiliki kadar asam urat tinggi, 1 orang memiliki kadar kolesterol tinggi, hampir semua lansia perokok dan seluruh lansia mengalami stroke. Para mahasiswa ini tergerak untuk melakukan cek kesehatan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan terbaru mereka, membuat buku yang informatif yang terdiri dari jadwal makanan, kombinasi bahan makanan agar lebih bernutrisi tinggi dan baik buruk nya dari mengkonsumsi suatu makanan, kemudian memberikan donasi berupa kebutuhan makanan dan kebutuhan sehari-hari untuk para lansia. Dimana tujuan nya untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan diri sendiri, untuk meningkatkan pengetahuan para perawat mengenai nutrisi dan jumlah nutrisi yang tepat untuk lansia dan meningkatkan cita rasa makanan tanpa menggunakan penyedap makanan serta meningkatkan pengetahuan para perawat mengenai cek kesehatan.

Program Food Technology (Teknologi Pangan) di Swiss German University fokus kepada penggabungan antara pemberian pengetahuan teori dan pengalaman industri dalam bidang sains dan teknologi yang memiliki aspek inovatif. Program S1 ini juga memberikan dual degree dan pengalaman magang di industri teknologi pangan terkait di dalam dan luar negeri sehingga lulusan sehingga lulusan program ini dapat bersaing secara global.

###

 

Tentang Swiss German University (SGU)

Swiss German University (SGU) merupakan upaya bersama antara Jerman, Swiss, Austria, dan Indonesia yang didirikan pada tahun 2000 dan berhasil menjadi universitas internasional pertama di Indonesia. Terdapat sebelas program studi sarjana dan tiga pascasarjana di SGU dimana juga terdapat program gelar ganda internasional yang menggabungkan teori dan magang bertaraf internasional yang seimbang. Seluruh pengajaran didukung oleh dosen-dosen berkualitas dari Indonesia dan luar negeri. Seluruh kelas pengajaran di SGU dilakukan 100% dalam bahasa Inggris. Informasi lebih lanjut SGU dapat diakses di: www.sgu.ac.id

 

Program Studi SGU: Mechatronics, Industrial Engineering, Information Technology, International Business Administration, Hotel & Tourism Management, Accounting, Communications & Public Relations, Sustainable Energy & Environment, Pharmaceutical Engineering, Food Technology, Biomedical Engineering, Master of Business Administration, Master of Information Technology, Master of Mechanical Engineering.