Kuliah di luar Negeri bukan hanya menjadi impian bagi siswa yang baru lulus dan ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan, Namun juga impian setiap orang tua kepada anak-anaknya

Namun sayangnya, banyak yang tidak menelisik secara mendalam tentang perkuliahan di luar negeri alias hanya berpandangan secara sempit tentang kuliah di luar dengan ekspektasi-ekspektasi yang

seringkali dibangun karena adanya rasa ingin menunjukan diri bahwa dirinya atau anaknya adalah orang yang berhasil, maka dari itu bisa kuliah di luar negeri.

Untuk menghindari hal tersebut, maka dari itulah kami membuat artikel ini agar anda yang memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri atau ingin menguliahkan anak ke luar negeri dapat mempertimbangkan hal tersebut secara matang, sebelum menjadi sebuah keputusan

Seringkali keinginan untuk kuliah di luar negeri terjadi karena ekspektasi-ekspektasi yang akan kami bahas dibawah ini:

Jalan pintas menuju sukses ?

Apakah anda yang saat ini berkeinginan untuk menempuh pendidikan dengan kuliah di luar negeri pernah ada ekspektasi bahwa kuliah di luar negeri adalah jalan pintas menuju sukses Jika, iya. Anda tidak sepenuhnya benar! karena sampai saat ini belum ada langkah pasti untuk mencapai sukses, karena kata “sukses” sendiri sebenarnya tidak ada arti yang berdasarkan kesepakatan.

Satu hal yang seringkali terdefinisikan bahwa hal tersebut adalah sukses adalah “menjadi kaya raya”, walaupun banyak yang menepis definisi tersebut dengan dalih “sukses bukan berarti kaya”, namun hal tersebut hanya tepisan di mulut saja.

Untuk mencapai kondisi hidup yang di-impikan, tidak melulu harus melalui jalur akademik yang di-anggap berkualitas. Meskipun kualitas pendidikan dipandang dapat menaikan tingkat kesejahteraan hidup, namun sekali lagi hal tersebut bukanlah merupakan suatu jalan pintas.

Lulus dari kampus di luar negeri bukan berarti setelahnya anda akan mudah mendapat kesuksesan yang anda definisikan.

Kuliah di luar negeri itu Keren ?

Coba perhatikan, mengapa anda bisa memberi label “keren” pada sebuah kegiatan yang dilakukan di luar negeri  ?

apa karena postingan-postingan teman anda yang mengenyam pendidikan di luar negeri lalu anda melihatnya di sosial media ? atau karena dengan anda kuliah di luar negeri, anda akan memiliki teman-teman bule ?

Tidak ada salahnya menganggap kuliah di luar negeri itu keren, Namun anggapan anda tersebut harus anda ketahui terlebih dahulu dasarnya.

Jika anda mememberi nilai keren terhadap mereka yang kuliah di luar negeri hanya berdasarkan postingan sosial media nya atau banyak orang yang memujinya, ingatlah bahwa sebelum mereka memposting sesuatu di sosial media, mereka telah memilih apa yang mau mereka posting.

Tentunya, mereka cenderung memilih untuk memperlihatkan kebahagiaannya daripada harus mengumbar kesulitannya.

Bisa sambil Pariwisata

Jika anda memiliki ekspektasi bahwa kuliah di luar negeri bisa sambil jalan-jalan, lebih baik anda kumpulkan uang untuk jalan-jalan ke luar negeri saja. karena mungkin memang bisa anda kuliah lalu mengambil kesempatan untuk jalan-jalan sebagai aji mumpung,

namun kemungkinan besar anda tidak menikmatinya. Karena ketika anda memutuskan untuk kuliah di luar negeri, mau tidak mau anda harus fokus terhadap urusan kuliah dan anda akan jarang sekali menikmati pariwisata di negara tersebut

Agar mandiri

Lupakan keinginan kuliah di luar negeri bila anda memiliki harapan agar bisa mandiri di Negara orang, karena anda harus mempersiapkan kemandirian bahkan sebelum anda berangkat ke luar negeri.

kalau salah satu alasan anda kuliah di luar negeri adalah “agar mandiri” harapan itu akan terwujud, namun cara seseorang menyikapi kemandirian berbeda-beda.Jika anda merasa saati ini belum bisa mandiri sepenuhnya lalu ingin mencoba mandiri di luar negeri, sebaiknya pikirkan lagi keinginan kuliah di luar negeri dan lebih baik anda belajar menjadi mandiri terlebih dahulu dari sekarang

Lulusan luar negeri lebih berkualitas dari lulusan di Indonesia

Apabila anda berpikir bahwa lulusan luar negeri lebih berkualitas dari lulusan di Indonesia, anda tidak sepenuhnya benar. Karena kualitas itu ditentukan dengan skill yang anda miliki.

Tidak ada yang bisa memastikan setelah lulus anda akan menjadi apa, bahkan diri anda sendiri.

Coba perhatikan lagi, apakah anda memiliki ekspektasi bahwa kuliah di luar negeri seperti di atas ? jika iya, sebaiknya perbaiki kembali ekspektasi anda dan mulailah meriset tentang Realita dan resiko kuliah di luar negeri, berikut kami jabarkan beberapa resikonya

Photo by Feliphe Schiarolli on Unsplash

Ijazah harus disetarakan di Indonesia

salah satu hal yang tentunya akan amat anda sayangkan adalah bahwa ijazah yang akan anda dapat di universitas di luar negeri harus disetarakan dengan yang ada di Indonesia. Ijazah atau gelar asing yang akan anda dapat tentunya akan dievaluasi. Dengan demikian, gelar asing yang telah didapatkan tidak secara otomatis akan berlaku di Indonesia setelah lulus. Setelah lulus, masih harus menjalani langkah-langkah tertentu agar ijazah atau gelar asing yang telah dimiliki dapat dievaluasi sehingga dinyatakan setara dengan pendidikan yang ada di Indonesia. Merepotkan? Memang akan begitu adanya!

Culture Shock

Hal ini seringkali terjadi, gejala ini dapat membuat seseorang yang merasakannya menjadi depresi karena kesepian, rindu yang meledak-ledak kepada keluarga di Negara asal, bahkan homesick.

Sulit pulang saat homesick

Ketika kuliah di luar negeri telah menjadi pilihan anda, belajarlah untuk mengalihkan rasa rindu ingin pulang ke rumah sedini mungkin. Karena hal inilah yang kemungkinan anda rasakan ketika anda kuliah di negeri orang.

Tanggung jawab beasiswa yang berat.

Inilah alasan mengapa ketika kuliah di luar negeri anda akan jarang sekali bisa menikmati pariwisata di negara tersebut, karena tanggung jawab anda sebagai mahasiswa yang kuliah di luar negeri sangat berat untuk menjaga nilai anda agar tetap memenuhi persyaratan menerima beasiswa.

Untuk realita dan resiko lainnya , sebaiknya anda pelajari lebih mendalam lagi melalui forum-forum di internet dari mereka yang membagikan pengalaman-nya kuliah di luar negeri. Namun, jika anda sudah bulat untuk memutuskan kuliah di Luar negeri setelah membaca informasi di atas, hal – hal inilah yang sebaiknya anda persiapkan:

Photo by Erol Ahmed on Unsplash

Pelajari cara mendapat beasiswa

Anda harus memastikan bahwa diri anda mampu mendapatkan beasiswa, untuk mengetahui mampu atau tidaknya anda silahkan anda pelajari syarat untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri yang sekarang bisa anda dapatkan informasinya melalui internet.

tidak hanya itu, anda juga harus mempelajari orang seperti apa yang dicari oleh pemberi beasiswa. Kemudian persiapkanlah berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengajukan beasiswa.

Kondisi finansial

Kendati telah mendapatkan beasiswa, namun kondisi finansial keluarga juga harus diperhatikan. jangan sampai anda atau orang yang ingin anda kuliahkan di luar negeri

terlunta-lunta di Negeri orang, karena keterbatasan beasiswa dan kondisi finansial anda atau keluarga anda belum mampu memback-up kebutuhan hidup anda di luar negeri di luar beasiswa.

Pelajari apa saja kebutuhan seorang mahasiswa yang berkuliah di luar negeri, anda juga dapat bergabung ke forum-forum di internet untuk mencari tahu pengalaman mereka

Kemampuan bahasa Inggris yang cukup

Karena Bahasa Inggris adalah bahasa internasional, yang dapat diterima di seluruh dunia, anda wajib memiliki kemampuan berbahasa inggris yang cukup minimal untuk melakukan komunikasi dan percakapan di Negara yang anda putuskan untuk berkuliah nanti.

Ikuti kursus bahasa lokal negara yang anda tuju

Jika anda memutuskan untuk kuliah di negara yang kebanyakan kurikulumnya menggunakan bahasa lokalnya, sebelum benar-benar melakukan kegiatan perkuliahan di negara tersebut, sebaiknya anda mengikuti kursus bahasa lokal negara tujuan anda secara intens.

Dan minimal anda bisa menggunakannya untuk berkomunikasi dan bertanya.

Pelajari seluk-beluk negara tujuan

Bukan hanya soal kuliah, bahkan ketika kita ingin berlibur ke luar negeri pun, kita harus mempelajari Negara yang ingin kita tuju. Apakah negara tersebut rawan konflik ? Bagaimana birokrasi di sana ? Peraturan apa yang boleh dan tidak boleh baik tertulis maupun tidak tertulis ? berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk makan satu hari, penginapan, bahkan dimana letak juga akses komunikasi ke KBRI dan sebagainya ketika misalnya kita membutuhkan bantuan dan sebagainya

Photo by Green Chameleon on Unsplash

Sebenarnya solusi alternatif bagi anda yang ingin kuliah dengan standard global, namun tetap ingin di dalam Negeri, yakni dengan bekuliah di Swiss German University (SGU) yang merupakan Universitas di Indonesia yang bertaraf internasional. Bahasa pengantar Swiss German University (SGU) menggunakan Bahasa Inggris, baik dalam buku literatur maupun pada percakapan di dalam kelas perkuliahan, layaknya kuliah di luar negeri. Selain itu, Swiss German University (SGU) juga menggunakan Bahasa Jerman sebagai bahasa utama kedua dan merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh para mahasiswa pada lima semester pertama. Gabungan kerjasama antara Negara Indonesia dengan Swiss, Jerman, dan Austria, menjadikan kurikulum kuliah di Swiss German University unik dan tak biasa. Pihak rektor membuat sebuah rumusan yang tepat agar kurikulum di Swiss German University (SGU) dapat diterima ke dalam empat negara tersebut. Pembaharuan terhadap kurikulum pun kerap dilakukan agar para lulusan Swiss German University (SGU) dapat terus mengikuti perkembangan terkini dan dapat bersaing secara global…. Selengkapnya baca disini: https://www.sgu.ac.id/ngapain-kuliah-di-luar-negeri/