Artikel ini pertama kali terbit di majalah InfoKomputer Edisi Agustus 2017 dengan judul "Semangat Berbagi".

Sejak enam tahun lalu pria ini gigih mendorong komunitas yang ia pimpin untuk terus berkarya. Impiannya sederhana: memberikan kontribusi bagi bangsa ini.

"If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles".

Melalui ucapan di atas, ahli perang Sun Tzu ingin menekankan pentingnya memhami kemampuan diri dan musuh. Karena dengan memahami dua faktor ini, kita memiliki pandangan lebih jernih atas situasi yang akan terjadi, termasuk merancang strategi yang tepat.

Prinsip yang sama kurang lebih mendasari semangat komunitas security bernama Honeynet Project. Komunitas nirlaba global ini memiliki misi meningkatkan sistem keamanan internet di seluruh dunia. Caranya dengan membangun software open-source yang digunakan untuk mendeteksi dan menyelidiki cyber-attack yang terjadi di seluruh dunia (Know Your Tools). Hasil dari penyelidikan ini kemudian disebarkan agar publik mengetahui cara maupun motif serangan tersebut (Know Your Enemy). Dengan dua pendekaran ini, komunitas Honeynet Project berharap pemahaman maupun kemampuan tiap organisasi akan meningkat dalam menghadapi serangan cyber.

Komunitas Honeynet Project ini tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Yang menjadi pimpinan komunitas Honeynet Project di Indonesia adalah Charles Lim, pakar IT security yang memiliki mimpi tersendiri terhadap organisasi ini.

Memasang Umpan
Kemunculan Honeynet Project di Indonesia berawal pada November 2011 ketika perwakilan dari pemerintah, ID-SIRTII, dan akademisi berkumpul membicarakan topik IT security. Diinisiasi oleh Prof. Eko Indrajit, para pemerhati masalah IT security ini kemudian sepakat untuk mendirikan Honeynet Project Chapter Indonesia. Pada Januari 2012, komunitas ini pun diakui kantor pusat Honeynet sebagai komunitas resmi di Indonesia. 

Saat ini, Indonesia Honeynet Project memiliki sekitar 250 anggota, yang terdiri dari pemerintah, akademisi, dan professional. "Sekitar 80% adalah ahli security, sementara sisanya simpatisan" ugkap Charles. Anggota komunitas ini aktif melakukan riset untuk mendeteksi serangan yang terjadi berdasarkan informasi yang didapat dari sensor honeypot di Indonesia. "Di Indonesia, saat ini terdapat 20 sensor yang berada di enam provinsi" ungkap pria yang kesehariannya menjadi dosen di Swiss German University ini.

Baca mengenai aktivitas Indonesia Honeynet Project di sini