Tangerang, 31 Oktober 2018 – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda internasional yang berisi 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan mengajak pemerintah daerah, organisasi masyarakat, akademisi, filantrofi, dan para pelaku usaha secara bersama-sama mendukung pelaksanaan TPB di Indonesia. Untuk itu, Swiss German University (SGU) bekerjasama dengan beberapa mitra institusi, asosiasi professional, industri, dan universitas internasional dan lokal menyelenggarakan International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Technology (ICONIET) 2018, sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh SGU dengan tema “Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Inovasi, Kewirausahaan, dan Teknologi” bertempat di Indonesia Convention & Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 30–31 Oktober 2018, konferensi ini bertujuan untuk menyediakan wadah interdisipliner untuk presentasi hasil penelitian baru dan lanjutan untuk mempromosikan inovasi, kewirausahaan, dan teknologi. Beberapa hal yang menjadi topik diskusi dalam konferensi ini antara lain: Energi Terbarukan dan Lingkungan; Makanan dan Kesehatan; Obat-obatan Herbal; Teknologi Cerdas; dan Bisnis, Ekonomi, dan Ilmu Sosial karena bidang-bidang tersebut sangat erat kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Konferensi ini dibuka oleh Ketua ICONIET 2018, Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo dan dilanjutkan dengan pidato sambutan dari, Rektor SGU, Dr. rer. nat. Filiana Santoso. “Sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengedepankan inovasi, kewirausahaan, dan teknologi, kami sangat bangga dapat menyelenggarakan konferensi berskala internasional yang mendapat dukungan dari instansi pemerintah, mitra industri, institusi, dan perguruan tinggi asing maupun dalam negeri. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya kolaborasi antara institusi pemerintah, akademisi, industri, asosiasi professional dan oleh karena itu kami mengundang mitra-mitra kami yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing untuk hadir dan menyampaikan pemahaman mereka pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Terdapat kurang lebih 10 pakar yang menjadi pembicara selama acara berlangsung, antara lain Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter; Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan – Kementerian ESDM, Harris, S.T., M.T.; Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dr. Eng. Agus Haryono; Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat – Kementerian RISTEKDIKTI, Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., PhD., dan beberapa pakar-pakar akademisi dari mitra institusi asing kami,” kata Filiana.

Ketua ICONIET 2018, Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo dalam pembukaan acara menyampaikan, “Sekitar 150 peserta akademisi, pelaku bisnis, dan mahasiswa/i, mengikuti konferensi ini dan kami berharap konferensi ini Pdapat berdampak positif tidak hanya bagi masa depan Indonesia dan generasi mudanya saja, namun untuk dunia internasional juga. Kami berharap para akademisi, mitra industri, dan profesional yang berpartisipasi pada konferensi ini dapat memberikan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia dan internasional.”

Swiss German University berkolaborasi dengan South Westphalia University of Applied Science (FH Sudwestfalen) Jerman, Ernst-Abbe University of Applied Science Jena (EAH Jena) Jerman, Palawan State University (PSU) Filipina, dan International Management Institute (IMI) Swiss, Hokkaido University (HU) Jepang, Mahasarakham University (MSU) Thailand, BMS College of Engineering Bangalore, India, Tun Hussein Onn University (UTHM) Malaysia, Adventist International Institute of Advanced Studies (AIIAS) Filipina, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Universitas Indonesia (UI).

“Inovasi, kewirausahaan, dan teknologi memiliki peran yang besar dalam mencapai 17 tujuan TBP yang nantinya akan berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Peran institusi pendidikan dalam hal ini adalah untuk membentuk karakter dan menumbuhkan jiwa inovasi, kewirausahaan, dan paham teknologi sehingga memiliki nilai kompetitif yang tinggi untuk menjadi aset yang akan memajukan bangsa dan negara. Inilah salah satu tujuan jangka panjang dari penyelenggaraan ICONIET 2018 ini,” kata Filiana.

Swiss German University (SGU) memiliki komitmen tinggi untuk memajukan pendidikan tinggi Indonesia serta kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan penyediaan program pendidikan yang inovatif melalui 11 program studi sarjana dan 3 pasca sarjana dengan pemberian gelar internasional dari mitra-mitra institusi internasional ternama dan kerja sama industri dengan lebih dari 250 perusahaan yang tersebar di Indonesia dan Eropa.


Kiri ke Kanan: Dr. Dipl. -Ing. Samuel P. Kusumocahyo (Ketua Panitia ICONIET 2018), Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. (Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat – Kementerian RISTEKDIKTI), Harris, S.T., M.T. (Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan – Kementerian ESDM), Dr. rer. nat. Filiana Santoso (Rektor Swiss German University)

 

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter, dalam pidatonya mengatakan bahwa, “Untuk mencapai 17 tujuan dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, kolaborasi antara pihak industri, akademisi, dan pemerintah sangat diperlukan. Apalagi di tengah era digital dan memasuki era revolusi industri ke-4, di mana institusi pendidikan tinggi diharapkan dapat menciptakan lulusan-lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan, inovasi dan teknologi.”

 

“Sektor energi di Indonesia mengalami berbagai tantangan, namun kami yakin tantangan ini dapat diatasi secara bersama. Institusi Pendidikan tinggi memiliki kesempatan untuk berperan dalam mendukung usaha-usaha pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan karena ini merupakan tujuan bersama.” kata Harris, S.T., M.T., Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan – Kementerian ESDM.

 

Dalam pidatonya, Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat – Kementerian RISTEKDIKTI, Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., PhD., mengatakan bahwa: “Inovasi tidak akan ada tanpa penelitian. Untuk itu, Kementerian RISTEKDIKTI sepenuhnya mendukung semua penelitian yang terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.”

 

Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dr. Eng. Agus Haryono, yang turut menjadi pembicara utama pada konferensi internasional ini mengatakan, “LIPI mengapresiasi usaha SGU untuk mendukung pemerintah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan mengundang para mahasiswa dan perguruan tinggi untuk berkolaborasi demi tercapainya TBP.”

 

 

###

Tentang Swiss German University
Swiss German University (SGU) merupakan upaya bersama antara Jerman, Austria, Swiss dan Indonesia yang didirikan pada tahun 2000 dan berhasil menjadi universitas internasional pertama di Indonesia. Terdapat sebelas program studi sarjana dan tiga pascasarjana di SGU dimana juga terdapat program gelar ganda internasional yang menggabungkan teori dan magang bertaraf internasional yang seimbang. Seluruh pengajaran didukung oleh dosen-dosen berkualitas dari Indonesia dan luar negeri. Seluruh kelas pengajaran di SGU dilakukan 100% dalam bahasa Inggris. Informasi lebih lanjut SGU dapat diakses di: www.sgu.ac.id
Program Studi SGU: Mechatronics, Industrial Engineering, Information Technology, International Business Administration, Hotel & Tourism Management, Accounting, Communications & Public Relations, Sustainable Energy & Environment, Pharmaceutical Engineering, Food Technology, Biomedical Engineering, Master of Business Administration, Master of Information Technology, Master of Mechanical Engineering.
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:
Deni Hutajulu
Kepala Bagian Humas Swiss German University
Email: deni.hutajulu@sgu.ac.id / Telepon: 021-2977 9596